Halaman

Minggu, 01 April 2012

TEORI EVOLUSI MANAJEMEN

        Perkembangan teori manajemen pada saat ini telah berkembang dengan pesat. Tapi sampai detik ini pula Belum ada suatu teori yang bersifat umum ataupun berupa kumpulan-kumpulan hukum bagi manajemen yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi dan kondisi. Para manajemen banyak mengalami dan menjumpai pandangan-pandangan berbeda tentang manajemen, yang berbeda adalah dalam penerapannya. Dimana setiap pandangan hanya dapat diterapkan dalam berbagai masalah yang berbeda pula, sedangkan untuk masalah-masalah yang sama belum tentu dapat diterapkan.
Ada tiga teori pemikiran manajemen yaitu :

Ø  Teori manajemen klasik
     Ilmu manajemen muncul setelah negara-negara Eropa Barat dan Amerika dilanda revolusi industri, yang terjadi sekitar awal abad ke-20 yaitu mulai ditinggalkannya prinsip-prinsip lama yang sudah tidak efektif dan efisien lagi. Ada dua tokoh yang mengawali munculnya manajemen, yaitu :

1.      Robert Owen ( 1971 – 1858 )
       Dimulai pada tahun 1800-an sebagai manager pabrik permintalan kapas di New Lanark, Scotlandia. Robert Owen mencurahkan perhatiaannya pada penggunaan faktor produksi produksi tenaga kerja. Dari hasil pengamatannya disimpulkan bahwa bilamana terhadap mesin diadakan suatu perawatan yang baik akan memberikan keuntungan kepada perusahaan, demikian pula apabila tenaga kerja dipelihara dan dirawat (dalam arti adanya perhatian baik kompensasi, kesehatan, tunjangan dan lain sebagainya) oleh pimpinan perusahaan akan memberikan keuntungan pada perusahaan. Selanjutnya dikatakan bahwa kuantitas dan kualitas hasil pekerjaan dipengaruhi oleh situasi ekstern dan intern dari pekerjaan. Atas hasil penelitiannya Robert Owen dikenal sebagai Bapak Manajemen Personalia.

2.      Charles Babbage ( 1792 – 1871 )
      Charles Babbage adalah seorang Profesor Matemátika dari Inggris yang menaruh perhatian dan minat pada bidang manajemen. Perhatiannya diarahkan dalam hal pembagian kerja (devision of labour), yang mempunyai beberapa keunggulan, yaitu :
1.      Waktu yang diperlukan untuk belajar dari pengalaman-pengalaman yang baru.

2.      Banyaknya waktu yang terbuang bila seseorang berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan   lain, dan orang tersebut harus menyesuaikan kembali pada pekerjaan barunya sehingga akan menghambat kemajuan dan keterampilan pekerja, untuk itu diperlukan spesialisasi dalam pekerjaannya.

3.      Kecakapan dan keahlian seseorang bertambah karena seorang pekerja bekerja terus menerus dalam tugasnya.

4.      Adanya perhatian pada pekerjaannya sehingga dapat meresapi alat-alatnya karena perhatiannya pada itu-itu saja.

Kontribusi lain dari Charles Babbage yaitu menciptakan mesin hitung (calculator) mekanis yang pertama, mengembangkan program-program permainan untuk komputer, mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan antara para pekerja dengan pemilik perusahaan, juga membuat skema perencanaan pembagian keuntungan.
Teori manajemen klasik juga terbagi dalam dua pemikiran yaitu teori manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik.
Ø Teori manajemen ilmiah.
Tokoh-tokoh dari teori manajemen ilmiah antara lain :

Frederick Winslow Taylor
      Pertama kali manajemen ilmiah atau manajemen yang menggunakan ilmu pengetahuan dibahas pada tahun 1900an. Taylor adalah manager dan penasehat perusahaan dan merupakan salah seorang tokoh terbesar manajemen. Taylor dikenal sebagai bapak manajemen ilmiah (scientifick management). Dari hasil penelitian dan analisanya taylor mengemukakan empat prinsip Scientific Management, yaitu :
a)      Menghilangkan sistem coba-coba dan menerapkan metode-metode ilmu pengetahuan disetiap unsur-unsur kegiatan.
b)      Memilih pekerjaan terbaik untuk setiap tugas tertentu selanjutnya memberikan latihan dan pendidikan kepada pekerja.
c)      Setiap petugas harus menerapkan hasil-hasil ilmu pengetahuan didalam menjalankan tugasnya.
d)      Harus dijalin kerja sama  yang baik antara pimpinan dan pekerja.
      Karya Taylor lainnya yaitu mengenai upah perpotong minimum diberikan kepada pekerja yang menghasilkan sama dengan stándar atau dibawah stándar yang telah ditentukan,  sedangkan upah per potong maksimum diberikan kepada pekerja yang menghasilkan diatas stándar. Sistem upah per potong ini lebih dikenal dengan The Taylor Differential Rate System.

 Frank Bunker Gilbreth dan Lilian Gilbreth ( 1868 – 1924 dan 1878 – 1917 ).
      Suami  istri yang berkecimpung dalam mengembangkan manajemen ilmiah. Frank adalah pelopor study gerak dan waktu, mengemukakan beberapa teknik manajemen yang di ilhami oleh pandapat taylor. Dia tertarik pada pengerjaan suatu pekerjaan yang memperoleh effisiensi tertinggi. Sedangkan Lilian Gilbreth cenderung tertarik pada aspek-aspek dalam kerja, seperti penyeleksian penerimaan tenaga kerja baru, penempatan dan latihan bagi tenaga kerja baru. Bukunya yang berjudul The Pshikology of Management menyatakan bahwa tujuan akhir dari manajemen ilmiah yaitu membantu para karyawan untuk meraih potensinya  sebagai mahluk hidup.

  Hendry Laurance Gantt ( 1861 – 1919 )
      Hendry merupakan asisten dari Taylor, dia berdiri sendiri sebagai seorang konsultan. Adapun gagasan yang dicetuskannya adalah :
a)      Kerjasama yang saling menguntungkan antara manager dan tenaga kerja untuk mencapai tujuan bersama.
b)      Mengadakan seleksi ilmiah terhadap tenaga kerja.
c)      Pembayar upah pegawai dengan menggunakan sistem bonus.
d)      Penggunaan instruksi kerja yang terperinci.

Harrington Emerson ( 1853 – 1931 )
      Prinsip pokoknya adalah tentang tujuan, dimana dari hasil penelitiannya menunjukan kebenaran prinsip yaitu uang akan lebih berhasil bila mengetahui tujuan penggunaannya. Bukti dari pendapat Emerson yaitu adanya istilah Management by Objek (MBO).
Ø Teori organisasi klasik
Tokoh-tokoh teori organisasi klasik antara lain yaitu :

Hanry Fayol ( 1841 – 1925 )
     Fayol adalah seorang industrialis Perancis. Fayol mengatakan bahwa teori dan teknik administrasi merupakan dasar pengelolaan organisasi yang kompleks, ini diungkapkan dalam bukunya yang berjudul Administration Industrielle et General atau General and Industrial Management yang ditulis pada tahun 1908 oleh Costance Storrs.
     Fayol membagi manajemen menjadi lima unsur yaitu perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian dan pengawasan. Fungsi ini dikenal sebagai Fungsionalisme. Fayol selanjutnya membagi enam kegiatan manajemen yaitu : 1. teknik produksi dan manufakturing produk, 2. Komersial, 3. Keuangan, 4. Keamanan, 5. Akuntansi, dan 6. Manajerial.
Hendry Fayol juga mengemukakan 14 prinsip manajemen yaitu :
1.  Devision of work
Adanya spesialisasi dalam pekerjaan, dimana dengan spesialisasi dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan kerja. Tujuannya adalah menghasilkan pekerjaan yang lebih banyak dan terbaik dengan usaha yang sama.
2.  Uathority and Responsibility
Wewenang yaitu hak untuk memberi perintah dan kekuasaan untuk meminta dipatuhi. Tanggung jawab yaitu tugas dan fungsi yang harus dikerjakan, untuk ini diperlukan wewenang dari pihak diatasnya. Semua ini diperlukan sangsi agar dipatuhi oleh orang yang menerima.

3.  Dicipline
Melakukan apa sudah menjadi persetujuan bersama, disiplin ini Sangat penting dalam tercapainya tujuan bersama, sebab tanpa ini tidak akan mencapai tujuan.
4.  Unity of Command
Setiap bawahan hanya menerima instruksi dari seorang atasan saja untuk menghilangkan kebingungan dan saling lempar tanggung jawab. Bila hal ini dilanggar maka wewenang akan berkurang, disiplin terancam dan stabilitas akan goyah.
5.  Unity of Direction
Seluruh kegiatan dalam organisasi yang mempunyai tujuan sama harus diarahkan oleh seorang manajer.
6.  Subordination of Individual Interst to Generale Interest
Kepentingan seseorang tidak boleh diatas kepentingan bersama atau organisasi.
7.  Renumeration
Gaji bagi pegawai merupakan harga servis atau layanan yang diberikan. Konpensasi harus adil baik bagi karyawan maupun pemilik.
8.  Centralization
Standarisasi dan desentralisasi merupakan pembagian kekuasaan. Sentralisasi bisa dipakai pada organisasi yang kecil, tapi lain bagi organisasi yang besar sentralisasi tidak mungkin dapat digunakan, harus menggunakan desentralisasi. Bila peranan diberikan kepada bawahan lebih besar, maka digunakan desentralisasi.
9.  Scalar Chain ( garis wewenang )
Jalan yang harus diikuti oleh semua komunikasi yang bermula dari dan kembali kekuasaan terakhir. Prinsipnya mempermudah komunikasi antar pegawai yang setingkat.
10.  Order
Disini berlaku setiap tempat untuk setiap orang dan setiap orang pada tempatnya. Hendaknya setiap orang ditempatkan pada posisi yang tepat untuk mereka berdasarkan pada kemampuan, bakat dan minatnya.
11.  Equty
Untuk merangsang agar pekerja melaksanakan pekerjaan dengan baik, sungguh-sungguh dan penuh kesetiaan, maka harus ada persamaan perlakuan dalam organisasi.


12.  Stability of Tonure of Personel
Seseorang pegawai memerlukan penyesuaian untuk mengerjakan pekerjaan barunya agar dapat berhasil dengan baik. Apabila seseorang sering kali dipindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya akan menghambat dan membuat pekerja tersebut produktivitasnya kecil. Turn over tenaga kerja yang tinggi tidak baik bagi pelaksanaan fungsi-fungsi organisasi.
Ø Teori hubungan manusiawi ( neo klasik )
Aliran ini timbul karena pendekatan klasik tidak sepenuhnya menghasilkan efisiensi dalam produksi dan keselarasan kerja. Tokoh-tokoh aliran hubungan manusiawi antara lain :

Hugo Munsterberg ( 1863 – 1916 )
Hugo merupakan pencetus psikologi industri sehingga dikenal sebagai bapak psikologi industri. Bukunya yaitu Psikology and Industrial Efficiensy, menguraikan bahwa untuk mencapai tujuan produktifitas harus melakukan tiga cara pertama penemuan best posibble person, kedua penciptaan best posibble work dan ketiga penggunaan best posibble effect.

Elton Mayo ( 1880 – 1949 )
Terkenal dengan percobaan-percobaan Howthorne, dimana hubungan manusiawi menggambarkan manager bertemu atau berinteraksi dengan bawahan. Bila moral dan efisiensi verja memburuk maka hubungan manusiawi dalam organisasi juga akan buruk. Mayo juga meneliti pengaruh kondisi penerangan terhadap produktifitas. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa bila kondisi penerangan naik, maka produktifitas juga akan naik dan begitupun sebaliknya. Percobaan kedua dimana bila kelompok yang terdiri dari enam orang dipisahkan dalam ruangan yang terpisah, dimana ruangan pertama kondisinya diubah setiap waktu sedang ruangan lainnya tidak mengalami perubahan. Variabel yang dirubah seperti upah, jam istirahat, jam makan, hari kerja dan sebagainya ternyata kondisi tersebut mengalami kenaikan produktivitas, ternyata kenaikan produktivitas ini bukan diakibatkan oleh intensif keuangan. Rantai reaksi emosional antar pekerja berpengaruh terhadap peningkatan produktivitas, perhatian khusus dan simpatik sangat berpengaruh, fenomena ini dikenal sebagai Howthorne Effect.

Ø Teori hubungan modern ( ilmu pengetahuan ) / Teori perilaku
Dalam pengembangannya dibagi menjadi dua, pertama aliran hubungan manusiawi ( perilaku organisasi ) dan kedua berdasar pada manajemen ilmiah atau manajemen operasi.
Tokoh aliran perilaku organisasi yaitu :
o       Douglas McGregor yang terkenal dengan teori X dan teori Y.
o       Frederick Herzberg terkenal dengan teori motivasi higenis atau teori dua factor.
o       Chris Argiris mengatakan bahwa organisasi sebagai sistem sosial atau sistem antar hubungan budaya.
o       Edgar Schein dinamika kelompok dalam organisasi.
o       Abhraham Maslow mengemukakan tentang hirarki kebutuhan tentang perilaku manusia dan dinamika proses.
o       Robert Blak dan Jane mounton mengemukakan lima gaya kepemimpinan dengan kisi-kisi manajerial ( managerial grid ).
o       Rensislikert mengemukakan empat sistem manajemen dari sistem 1.explotatif, otoritatif sampai sistem 4. partisiatif kelompok.
o       Fred Feidler menerapkan pendekatan contingency pada studi kepemimpinan.

Ø Teori Aliran Kuantitatif (Riset Operasi dan Manajemen Sains)
        Aliran kuantitatif mulai berkembang sejak Perang Dunia II. Pada waktu itu Inggris ingin memecahkan beberapa persoalan yang sangat kompleks dalam perang. Inggris kemudian membentuk Tim Riset Operasi (Reserch Operation), dipimpin oleh P.M.S Blackett. Tim ini terdiri dari ahli matematika, fisika, dan ilmuwan lainnya. Inggris berhasil menemukan terobosan-terobosan penting dari team tersebut. Amerika Serikat kemudian meniru, membentuk tim riset operasi seperti yang dibentuk Inggris.
      Manajemen operasi merupakan variasi lain dari pendekatan kuantitatif. Beberapa contoh model manajemen operasi adalah : pengendalian persediaan seperti EOQ (Economic Order Quantity), simulasi, analisis break-event, programasi lenier (linear programming).

TANGGUNG JAWAB SOSIAL MANAJER
• Berarti bahwa manjemen mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi
didalam pembuatan keputusannya.
• Ada 5 faktor yang mempengaruhi keputusan-keputusan pada masalah etika,
yaitu:
1 . Hukum
2 . Peraturan-peraturan pemerintah
3 . Kode etik industri dan perusahaan
4 . Tekanan-tekanan sosial
5 . Tegangan antara standar perorangan dan kebutuhan organisasi

MANAJEMEN DAN LINGKUNGAN EKSTERNAL
         Manajemen lingkungan adalah aspek-aspek dari keseluruhan manajemen (termasuk perencanaan) yang menentukan dan membawa pada implementasi kebijakan lingkungan. Manajemen lingkungan selama ini sebelum adanya ISO 14001 berada dalam kondisi terpecah-pecah dan tidak memiliki stándar tertentu dari satu daerah dengan daerah lain, dan secara internasional berbeda penerapannya antara negara satu dengan lainnya. Praktek manajemen lingkungan yang dilakukan secara sistematis, prosedural, dan dapat diulang disebut dengan Sistem Manajemen Lingkungan ( EMS ).   Manajemen lingkungan saat ini telah banyak mengalami perubahan yang cukup berarti terutama dimulai Sejak awal tahun 1990. Penelitian mengenai efek dan akibat penerapan manajemen lingkungan telah banyak dilakukan terutama Sejak munculnya ISO 14001 di tahun 1996. Penerapan manajemen lingkungan yang baik di tingkat organisasi pada umumnya dibagi menjadi 3 elemen :
v     Perlindungan lingkungan secara fisik.
v     Membentuk budaya berkelanjutan dalam organisasi
v     Menanamkan nilai-nilai moral dan saling kepercayaan antar elemen organisasi.

Era modern
    Era modern ditandai dengan hadirnya konsep manajemen kualitas total (total quality management—TQM) di abad ke-20 yang diperkenalkan oleh beberapa guru manajemen, yang paling terkenal di antaranya W. Edwards Deming (1900–1993) and Joseph Juran (lahir 1904).
     Deming, orang Amerika, dianggap sebagai Bapak Kontrol Kualitas di Jepang. Deming berpendapat bahwa kebanyakan permasalahan dalam kualitas bukan berasal dari kesalahan pekerja, melainkan sistemnya. Ia menekankan pentingnya meningatkan kualitas dengan mengajukan teori lima langkah reaksi berantai. Ia berpendapat bila kualitas dapat ditingkatkan, (1) biaya akan berkurang karena berkurangnya biaya perbaikan, sedikitnya kesalahan, minimnya penundaan, dan pemanfaatan yang lebih baik atas waktu dan material; (2) produktivitas meningkat; (3) market share meningkat karena peningkatan kualitas dan harga; (4) profitabilitas perusahaan peningkat sehingga dapat bertahan dalam bisnis; (5) jumlah pekerjaan meningkat. Deming mengembangkan 14 poin rencana untuk meringkas pengajarannya tentang peningkatan kualitas.
     Kontribusi kedua datang dari Joseph Juran. Ia menyatakan bahwa 80 persen cacat disebabkan karena faktor-faktor yang sebenarnya dapat dikontrol oleh manajemen. Ia merujuk pada "prinsip pareto." Dari teorinya, ia mengembangkan trilogi manajemen yang memasukkan perencanaan, kontrol, dan peningkatan kualitas. Juran mengusulkan manajemen untuk memilih satu area yang mengalami kontrol kualitas yang buruk. Area tersebut kemudian dianalisis, kemudian dibuat solusi, dan diimplementasikan.

Jumat, 23 Maret 2012

Pengaruh Lingkungan Terhadap Manajemen

PENGERTIAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN

Lingkungan perusahaan dapat diartikan sebagai keseluruhan dari faktor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya. Sedangkan arti lingkungan secara luas mencakup semua faktor ekstern yang mempengaruhi individu, perusahaan, dan masyarakat. Faktor-faktor tersebut misalnya aspek-aspek ekonomi, politik, sosial, etika-hukum, ekologi, dan sebagainya. Masing-masing saling menunjang dan saling mempengaruhi.
Perusahaan dalam Masyarakat Pluralistik
Masyarakat sekarang mempunyai pengaruh yang kuat dan bermacam-macam. Perusahaan sangat bergantung pada masyarakat untuk membeli barang dan jasa yang ditawarkan, dan sikap masyarakat terhadap perusahaan sangat berpengaruh pada cara kegiatan serta pelayanan perusahaan tersebut.
Dalam masyarakat pluralistik, terdapat banyak pusat kekuatan, masing-masing mempunyai sifat mandiri. Hubungan yang baik dapat terjadi dengan saling memberi melalui kompromi, bukan dengan paksaan. Dalam hal ini, pluralisme mencerminkan usaha manusia untuk mempertemukan kebutuhan dan kepentingan dari berbagai organisasi.
Kesan Negatif Tentang Perusahaan
Banyak masalah yang berkesan negatif tentang perusahaan seperti penyelewengan pajak, penyelundupan barang, iklan yang menipu, pembayaran-pembayaran yang ilegal, dan sebagainya. Mengapa hal seperti itu terjadi? Apakah pemimpin perusahaan berbuat demikian untuk memperkaya diri atau menigkatkan laba perusahaan?
Kritik terhadap perusahaan tidak hanya terbatas pada pertimbangan ekonomi, moral, etik, dan politik saja, tetapi juga menyangkut lingkungan fisik seperti limbah kimia yang dibuang ke sungai, atau polusi udara.
Usaha-usaha memperbaiki kesan Negatif
Tentunya perusahaan harus menghindari masalah-masalah negatif serta perlu melaksanakan hubungan masyarakat yang efektif. Saran dari pemerintah dan keluhan masyarakat harus diperhatikan.




Ø  LINGKUNGAN FISIK, ENERGI, DAN KONSERVASI
Salah satu masalah yang sangat sulit diatasi adalah masalah lingkungan fisik. Di Jakarta dan Surabaya misalnya, sudah dirasakan semakin besar polusi air dan udara. Bahkan di beberapa bagian kota Yogyakarta juga dirasakan pencemaran air tanah karena kondisi pemukiman yang “berjubel” serta pembuangan limbah yang terlalu dekat dengan sumber air.
§  Ekologi
Ekologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Faktor menurunnya kualitas lingkungan :
1.       Semakin meningkatnya konsentrasi penduduk
2.      Perkembangan Teknologi
3.      Semakin meningkatnya kemakmuran ekonomi.
Hampir setiap orang setuju dengan anggapan bahwa kita seharusnya manjaga kondisi lingkungan yang baik secara ekollogis, tetapi memerlukan usaha timbal-balik yang mungkin tidak terlalu kita inginkan.
Tujuan-tujuan ekologis memang sangat penting. Tetapi, persoalan riilnya adalah menyangkut apakah kita dapat mengkoordinir tujuan-tujuan tersebut dengan tujuan sosial dan ekonomi lainnya.
§  Macam-macam Polusi
Pencemaran Udara
Polusi udara biasanya ini menimbulkan penyakit jantung dan pernapasan akibat gas karbon yang kita hirup setiap harinya, walau sedikit.
Pencemaran Air
Cukup banyak kasus pencemaran air di Indonesia yang berasal dari industri, permukiman dan lingkungan pertanian. Penggunaan pupuk yang mengandung nitrat yang cukup besar dapat menimbulkan polusi air baik yang di permukaan maupun di bawah tanah.
Pencemaran Sampah Awet
Sering samapah awet, seperti kaleng bekas, botol, karet dan plastik sulit mendapatkan pembuangan. Dipendam pun tidak lekas larut dalam tanah. Namun masih ada pihak yang membantu mengurangi polusi sampah awet, seperti gelandangan pencari kaleng, botol, dan sebagainya yang kemudian sampah tersbut dijual ke pabrik-pabrik pengolahan.
§  Energi dan Konservasi
Di Indonesia sumber energi minyak bumi sudah lama digunakan disamping batu bara dan air. Kemudian muncul penggunaan gas alam, energi matahari, serta kemungkinan penggunaan tenaga nuklir.
Dari sumber tersebut, kiranya energi matahari dapat memberikan prospek penggunaan yang baik di masa depan mengingat bahaya yang hampir tidak ada, biaya murah, dan bebas polusi. Sebagian besar penggunaan energi di dunia ini masih bergantung pada minyak dan gas.
Ø LINGKUNGAN PEREKONOMIAN DAN PERPAJAKAN

§  Alasan-alasan bagi Meningkatnya Pengeluaran Pemerintah
Pemerintah membiayai pengeluarannya dari hasil pemungutan pajak untuk membiyai pengeluaran yang semakin meningkat. Meningkatnya pengeluaran pemerintah ini merupaka suatu tendensi yang mungkin menyebabkan naiknya laju pertumbuhan urbanisasi, pertambahan penduduk, permintaan masyarakat, serta pengeluaran biaya untuk pertahanan negara.
Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan sebagainya telah mengalami proses urbanisasi dengan pesat. Kehidupan kota seperti ini menyebabkan timbulnya masalah-masalah seperti perlindungan kebakaran, penyediaan air minum, pengaturan selokan-selokan, dan sebagainya yang semuanya ditangani oleh Pemerintah Daerah setempat. Masalah lain yang perlu mendapat perhatian adalah masalah kesehatan, pendidikan, dan transportasi.
Setiap periode pembangunan, pengeluaran untuk keperluan pertahanan juga semakin meningkat. Apabila pemerintah dapat menekan pengeluaran-pengeluaran ini, maka kebutuhan-kebutuhan lainnya akan lebih terpenuhi.
§  Penerimaan dan Pengeluaran Pemerintah
Secara keseluruhan penerimaan pemerintah dapatt diperoleh dari
§  Penerimaan dalam negeri, meliputi : pajak langsung, pajak tidak langsung, penerimaan minyak dan penerimaan bukan pajak (iuran, denda, retribusi, dsb.).
§  Penerimaan pembangunan, meliputi : bantuan program dan bantuan proyek.
Sedangakan seluruh pengeluaran Pemerintah dapat dikelompokkan ke dalam :
§  Pengeluaran rutin, antara lain : belanja pegawai, belanja barang, subsidi daerah otonom, bunga dan cicilan utang, dll.
§  Pengeluaran pembangunan, baik sektoral maupun regional.

Ø LINGKUNGAN HUKUM

§  Hukum Publik
Hukum publik mengatur masalah-masalah yang menyangkut kepentingan dan keamanan umum. Aturan-aturan hukum publik antara lain : hukum tatanegara, hukum tatausaha, dan hukum pidana.
§  Hukum privat
Hukum Privat mengatur tentang hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan seseorang dan kelompok-kelompok dalam masyarakat. Termasuk ke dalam hukum privat adalah hukum perdata dan hukum dagang.
Ø LINGKUNGAN PEMERINTAH

§  Perhatian Pemerintah terhadap Kegiatan Usaha
Pemerintah telah memberikan bantuan dalam kehidupan perusahaan terutama berupa perlindungan atas kekayaan, pengadaan kontrak, dan pemberian paten yang diharapkan dapat meningkatkan pembangunan.
Pemerintah juga membantu perusahaan-perusahaan kecil karena merupakan unit usaha yang penting untuk menampung tenaga kerja dan dapat memberikan harga yang lebih rendah kepada konsumen. Bantuan seperti ini sering dinamakan subsidi.
a. Bantuan di Bidang Transportasi
Pada sektor perkereta-apian misalnya, yang sepenuhnya dikuasai Pemerintah yang diatur oleh Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA). Usaha-usaha pemerintah yang lain seperti Garuda Indonesia Airways (GIA), PELNI, dan DAMRI telah mendorong usaha-usaha beru yang dilakukan oleh swasta, bahkan dapat menimbulkan daya saing yang lebih besar untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.




b. Bantuan pada Perusahaan-perusahaan Kecil
Bantuan berupa :
§  Bantuan finansial
§  Pemberian kontrak
§  Bantuan teknik dan manajemen.

c. Bantuan di Bidang Komunikasi
Bidang komunikasi meliputi kegiatan-kegiatan siaran radio, televisi, telepon dan sebagainya. Bidang komunikasi ini juga didukung dengan usaha-usaha pembangunan ruang angkasa seperti penggunaan satelit.
Ø LINGKUNGAN INTERNASIONAL

§  Neraca Pembayaran internasional
Neraca pembayaran ini menggambarkan transaksi-transaksi internasional yaitu jumlah utang negara X kepada negara Y dan jumlah utang negara Y kepada X. Suatu konsep penting berhubungan dengan neraca pembayaran adalah neraca perdagangan.
§  Perusahaan-perusahaan Multinasional
Perusahaan multinasional kebanyakan berasal dari negara-negara Eropa, Amerika, Jepang. Pasar yang dikuasainya meliputi beberapa negara selain negara sendiri.
§  Kegiatan-kegiatan Multinasional
Perusahaan Multinasional bertujuan memasarkan hasil produksi ke negara dan luar negaranya. Kemudian mendirikan perusahaan perakitan di negara kedua untuk melayani kebutuhannya disamping negara ketiga yang ada disekitarnya.
§  Ciri-ciri Perusahaan Multinasional
Kegiatan pokoknya meliputi usaha manufaktur atau pemberian jasa dalam sedikitnya dua negara. Perusahaan Multinasional merupakan sumber dari penanaman modal asing langsung.
§  Kebaikan dan Keburukan Perusahaan Multinasional
§  Kebaikan :
·         Menambah devisa negara melalui ekspor.
·         Mengurangi devisa impor di bidang industri
·         Menambah pendapatan negara dari pajak
·         Menambah kesempatan kerja
·         Meningkatkan taraf hidup karyawan dengan gaji lebih tinggi
·         Meningkatkan keterampilan tenaga kerja.
·         Memodernisir industri
·         Menambah arus barang
·         Memperluas pasar faktor-faktor produksi
·         Mendukung pembangunan nasional
§  Keburukan :
·         Dapat mempengaruhi kekuasaaan ekonomi negara
·         Penyusutan
·         Kebutuhan barang dan bahan baku didatangkan dari luar negeri
·         Merusak kehidupan politik dan ekonomi negara.
·         Mencari keuntungan yang sebesar-besarnya.

§  Lembaga-lembaga yang Membantu Perdagangan Internasional
1.       Export and Impor Comission House
2.      Merchant Exporters and Importers
3.      Manufacturers Export Agents
4.      Export and Import Brokers

§  Perkembangan Impor dan Ekspor Indonesia
Setiap tahun sejak 1969 keadaan ekspor Indonesia secara keseluruhan mengalami perkembangan yang positif dalam nilai dollar. Memasuki periode 1981/1982 keadaannya mulai mengalami flukturasi. Pada dasarnya barang-barang yang diekspor berupa barang migas dan nonomigas.
Nilai impor tanpa minyak mengalami penurunan sejak periode 1982/1983. Hal ini telah menguntungkan bagi Indonesia karena terjadi penghematan Indonesia.
Referensi : Buku PENGANTAR BISNIS MODERN (Edisi ketiga)
Oleh : DR. BASU SWASTHA DH. SE., MBA IBNU SUKOTJO W, SE
Penerbit : Liberty

 Arti Globalisasi
Menurut manajemen globalisasi terdiri dari 3 faktor yang saling berkaitan yaitu :
1. kedekatan
2. lokasi
3. sikap
Kedekatan:
Kedekatan ini merupakan suatu fungsi dari “menyusutnya dunia”, sebagian masalah waktu karena teknologi telekomunikasi sekarang ini memungkinkan orang di seluruh dunia mengirimkan suara, video, dan facsimileinformasi dalam waktu beberapa menit. Kemampuan teknologi dan manajerial yang semakin bertambah dari orang di seluruh dunia merupakan aspek lain dari kedekatan.
Lokasi:
Lokasi dan integrasi dari organisasi yang beroperasi melewati beberapa batas internasional meupakan bagian dari globalisasi.
Sikap:
 Globalisasi mengacu pada sikap baru, terbuka mengenaimempraktekkan manajemen secara internasional. Sikap ini menggabungkankeingintauan mengenai dunia luar batas-batas nasional dengan kemauan untuk mengembangkan kemampuan guna berpartisipasi dalam ekonomi global.
Globalisasi dan Daya Saing
1. Daya saing merupakan topik yang sering dibicarakan akhir-akhir ini di antara paramanajer dan pejabat pemerintah serta dalam berita media. Kami mengidentifikasi dayasaing sebagai posisi relative dari salah satu pesaing terhadap para pesaing yang lain.
2. Daya saing dapat disebut sebagai kesiapan suatu bangsa untuk interaksi daya saingmasa depan.
3. Daya saing juga dapat digambarkan sebagai sebuah benchmark untuk prestasi yangtelah lampau.





Bagaimana Pemerintah Mempengaruhi Daya Saing
 Interpretasi dan cara yang berbeda dari daya saing digunakan oleh pejabat-pejabat pemerintah diseluruh dunia yang secara agresif berjuang menyesuaikan diri dengan bisnis global. Kepedulian pemerintah tentang daya saing sangat berpengaruh terhadap bisnis dan perekonomian Negara. Sebagai contoh adalah Amerika sering lambat mengetahui dan beradaptasi padaglobalisasi bisnis. Jepang menjadi pesaing yang nyata, misalnya, walaupun teknologi video rumah (VCR) pada awalnya dikembangkan dan dipatenkan di Amerika Serikat, tidak satu VCR pun yang pernah dibuat di Negara tersebut. Jepang sekarang mengendalikan pasar VCR didunia yang bernilai $ 15 miliar.
Praktek Bisnis Global
Dua peran penting dalam manajemen global :
1. Manajer tidak dapat begitu saja menyulap organisasi mereka menjadi peserta global dalam semalam. Diperlukan waktu dan usaha hati-hati untuk mendapatkan posisi global.
2. Globalisasi bisnis menyebabkan terjadinya hubungan di antara para manajer yang bukan hanya tradisi budayanya berbeda, tapi telah berkembang perlahan-lahan beradaptasi demi terciptanya hubungan bisnis global.Bagaimana perusahaan memasuki pasar internasional :
1. Mengekspor : yaitu menjual barang yang diproduksi secara domestik di pasar luar negeri
2.Perusahaan langsung menangani minat luar negeri mereka, walaupun merekamungkin juga terus menggunakan pihak ketiga
3. Minat internasional membentuk wajah perusahaan secara keseluruhan melalui carayang cukup berpengaruh.
4. Menetapkan hubungan kontrak formal dengan manajer di Negara lain.
5. Perusahaan dapat mendirikan anak perusahaan atau membeli saham sehingga bisamengendalikan perusahaan asing yang sudah ada.
6. Usaha patungan yaitu perusahaan asing dan domestik bersama-sama membiayai pengembangan produk baru atau membangun fasilitas produksi di Negara lain.




Globalisasi Melanda Berbagai Budaya
Dalam hal ini peran manajer sangat penting dalam memotivasi, memimpin dan mengarahkan para karyawan Terutama yang mempunyai perbedaan budaya atau kebiasaan dalam konsep formalitas dan kesopanan bertindak, menghadap, memberikan masukan, dll. Howard Perlmutter dan David D. menyimpulkan ada tiga sikap primer para manajer perusahaan internasional.
1. Manajer etnosentrik yaitu manajer yang menganggap Negara asing dan penduduknya lebih rendah dari negaranya sendiri
2. Manajer polisentrik yaitu manajer yang menganggap semua Negara berbeda dan sulitdipahami
3.Manajer geosentrik yaitu manajer yang mengakui adanya persamaan disamping perbedaan diantara Negara-negara.